Dongguan Zhonghui Teknologi Pengecoran Die Presisi Co., Ltd.
Leave Your Message

Apa Perbedaan Antara Pengecoran Paduan Aluminium dan Pengecoran Gravitasi?

Tanggal 04-08-2025

Aluminium banyak digunakan dalam industri kedirgantaraan, otomotif, medis, dan komunikasi karena ketahanan korosinya yang sangat baik, bobotnya yang ringan, dan sifat-sifat bawaan lainnya. Meningkatnya permintaan produk aluminium telah menyebabkan maraknya dua metode pengecoran utama: Pengecoran Mati (Pengecoran Tekanan Tinggi) dan Pengecoran Gravitasi. Proses optimal dipilih berdasarkan kebutuhan produk dan karakteristik proses tertentu.

1.jpg

Pengecoran Die Tekanan Tinggi:

Pengecoran mati (die casting) memanfaatkan tekanan tinggi untuk mendorong aluminium cair ke dalam cetakan logam presisi (die). Proses ini mencakup varian Pengecoran Mati Bertekanan Tinggi (HPDC) dan Pengecoran Mati Bertekanan Rendah (LPDC). Proses ini menghasilkan komponen yang disebut pengecoran mati aluminium.

Karakteristik Utama:

* Permukaan akhir yang sangat baik.

* Tidak dapat diberi perlakuan panas (karena risiko porositas gas yang terperangkap).

* Kekencangan tekanan tinggi (penyegelan), kekuatan tinggi, dan kekerasan permukaan tinggi, tetapi **perpanjangan rendah (keuletan)**.

* Efisiensi produksi yang sangat tinggi.

* Biaya cetakan tinggi dan umur cetakan lebih pendek.

* Mampu memproduksi komponen berdinding tipis dengan kelonggaran pemesinan minimal.

tangkapan layar_2025-08-04_10-32-10.png

Pengecoran Gravitasi:

Pengecoran gravitasi terutama menggunakan cetakan logam permanen yang terbuat dari baja paduan tahan panas. Aluminium cair dituangkan secara manual atau otomatis ke dalam rongga cetakan dan memadat sepenuhnya karena gaya gravitasi. Hal ini menghasilkan struktur butiran yang lebih halus dan sifat mekanis yang umumnya lebih baik daripada pengecoran pasir.

Karakteristik Utama:

* Hasil akhir permukaan sedang; sandblasting dapat memperlihatkan ketidaksempurnaan permukaan.

* Porositas internal rendah, cocok untuk perlakuan panas.

* Kepadatan dan kekuatan lebih rendah dibandingkan dengan die casting, tetapi elongasi lebih tinggi (duktilitas).

* Biaya cetakan lebih rendah, umur cetakan lebih panjang, tetapi tingkat produksi lebih rendah (meningkatkan biaya per unit).

* Proses yang lebih sederhana, tidak cocok untuk bagian berdinding tipis.

Pemilihan akhir sangat bergantung pada kebutuhan produk spesifik, volume, dan target biaya. Untuk konektor NEV, faktor-faktor seperti dinding tipis, persyaratan penyegelan, volume, dan kebutuhan akan perlakuan panas merupakan faktor krusial.