Mengapa Aluminium Die-Cast Umumnya Tidak Cocok untuk Anodisasi?
Proses anodisasi membutuhkan permukaan aluminium yang relatif murni dan bebas dari pengotor. Hal ini karena lapisan anodisasi harus terbentuk secara seragam dan merata. Pengotor dan unsur paduan yang berlebihan pasti akan mengganggu ketebalan lapisan selama proses anodisasi dan bahkan dapat mencegah pembentukan lapisan fungsional sama sekali. Yang terpenting, unsur logam tertentu yang terdapat selama oksidasi anoda dapat secara langsung mengubah warna lapisan, sehingga proses pewarnaan selanjutnya menjadi tidak praktis.

Paduan dan coran aluminium die-cast biasanya mengandung kadar silikon yang tinggi. Bahkan ketika degreaser khusus untuk aluminium die-cast digunakan, lapisan anoda yang dihasilkan seringkali berwarna gelap, sehingga sulit untuk mencapai lapisan oksida yang tidak berwarna dan transparan. Seiring dengan meningkatnya kadar silikon, warna lapisan anoda berubah dari abu-abu muda menjadi abu-abu tua, dan akhirnya menjadi abu-abu kehitaman. Akibatnya, paduan aluminium cor umumnya dihindari untuk proses anodisasi tradisional.
Namun, solusi anodisasi untuk aluminium die-cast memang ada.
Komponen die-cast dapat mencapai struktur kompleks, tepi tajam, dan profil rumit yang sulit atau bahkan mustahil dicapai dengan komponen tempa atau mesin (CNC). Kualitas hasil anodisasi sangat bergantung pada kualitas komponen die-cast itu sendiri. Variasi yang sangat kecil dan kontrol detail proses yang cermat sangat penting untuk mencapai kualitas lapisan anoda yang baik.
Produsen yang mengkhususkan diri dalam anodisasi komponen die-cast harus menguasai secara ilmiah:
- Desain Sistem Mold Runner
- Parameter Proses Die-Casting
- Metode Perawatan Pasca Pengecoran
Hanya melalui rangkaian pengendalian ketat ini, produksi konsisten dengan kualitas anodisasi yang dapat diterima dapat dipastikan.
Untuk informasi lebih lanjut, silakan hubungi tim Zhonghui.











